REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia KH Cholil Nafis meminta, agar para produser program religi lebih selektif lagi dalam memilih dai yang akan berceramah di televisi. Hal ini menyusul adanya kasus ustazah Nani Handayani yang salah dalam menulis ayat Alquran dalam program Syiar Kemuliaan Metro TV. "Kami berharap kepada produser-produser program religi TV hendaklah lebih hati-hati di dalam memilih ustaz atau ustazah yang mengisi acara religi itu," ujarnya saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (5/12). Kiia Cholil mengatakan, dalam memilih dai, produser program religi jangan hanya melihat popularitas dai tersebut, tapi sebaiknya juga menelusuri latar belakang pemahaman keagamaannya. "Dan Insya Allah dalam waktu dekat kami (MUI) akan melakukan koordinasi dengan produser-produser atau penanggung jawab penyelenggara program religi di TV-TV.
Source: Republika December 05, 2017 17:26 UTC