nationmultimedia.comTEMPO.CO, Yangoon - Myanmar telah membatalkan pemutaran sebuah film setelah dianggap menggambarkan 49 tahun kekuasaan militer yang keras dan represif. Sao Kya Seng, yang mendorong reformasi tanah dan aktif dalam politik Shan, ditahan oleh militer setelah melakukan kudeta pada 1962. Derflinger, pembuat film, tidak menanggapi permintaan untuk konfirmasi atas pelarangan tersebut. Maung menambahkan, "Ada kriteria tertentu yang digunakan untuk menyensor film Myanmar. Militer Myanmar membantah telah melakukan pelanggaran dan selama beberapa dekade menggambarkan diri mereka sebagai satu-satunya lembaga yang mampu mengendalikan negara yang beragam menjadi solid.
Source: Koran Tempo June 16, 2016 22:52 UTC