Catatan data Kemenkes menunjukkan risiko kematian COVID-19 lebih tinggi akibat adanya penyakit penyerta seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung. “Perlu untuk memperhatikan risiko penyakit jantung, risiko penyakit pembuluh darah lain, bahkan risiko penyakit paru-paru selain COVID-19, sehingga orang yang masih merokok dan kurang aktivitas fisik harus mengubah gaya hidup agar lebih sehat. Salah satu gaya hidup yang bisa meningkatan risiko penularan COVID-19 dan penyakit tidak menular lain adalah merokok. Dengan begitu, risiko terkena penyakit jantung koroner atau serangan jantung bisa dihindari hingga 80 persen. Jadi, pada akhirnya kita bisa menjaga tubuh secara keseluruhan untuk kuat menghadapi penyakit dan risiko penyakit jantung sekaligus,” jelas Vito.
Source: Koran Tempo November 10, 2020 04:30 UTC