Ia menuturkan mengacu pada kejadian banjir besar tahun ini, kapasitas sungai di DKI hanya mampu menampung 2.357 meter kubik per detik. Sedangkan debit banjir yang terjadi pada Januari tahun ini, mencapai 3.389 meter kubik per detik. "Jadi, sisa debit yang harus ditahan berjumlah 1.032 meter kubik per detik," kata Juaini dalam rapat penanggulangan banjir yang diunggah di di akun YouTube DKI Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2020. Adapun sejumlah program infrastruktur pengendalian banjir yang sedang dikerjakan pemerintah adalah membangun polder pengendali banjir, rehabilitasi sumur pompa pengendali banjir, pembangunan waduk pengendali banjir, peningkatan kapasitas kali, sungai dan saluran. Untuk polder pengendali banjir, kata dia, DKI membutuhkan 47 polder.
Source: Koran Tempo August 06, 2020 10:07 UTC