REPUBLIKA.CO.ID, GAZA — Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza mengumumkan pada Senin (12/1/2026), tiga anak telah meninggal dunia akibat suhu dingin yang ekstrem di kantong terkepung tersebut. Para pejabat pun memperingatkan konsekuensi bencana akibat cuaca kutub yang mengancam sekitar 1,5 juta warga Palestina. Ibu Palestina berduka atas bayi perempuannya Rahaf Abu Jazar, yang meninggal karena kedinginan di tenda pengungsi di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, 11 Desember 2025 - (Ramadan Abed/Reuters)Juru bicara Pertahanan Sipil Mahmoud Basal mengatakan kepada Anadolu Agency, depresi udara kutub baru mulai mempengaruhi Gaza pada Selasa lalu. Menurut Basal, lebih dari 1,5 juta orang saat ini tinggal di tenda, banyak di antaranya tidak mampu menahan cuaca ekstrem. Basal memperingatkan, kondisi yang memburuk dapat menyebabkan korban jiwa lebih lanjut, serta runtuhnya bangunan yang tidak stabil dan banjir di kamp-kamp pengungsian.
Source: Republika January 13, 2026 13:54 UTC