REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat terorisme dari Universitas Indonesia (UI) Ridlwan Habib menilai teror di gereja Santo Yosep Medan adalah aksi amatir, salah sasaran dan provokatif. "Itu serampangan dan tujuannya agar masyarakat terpecah belah," ujarnya saat dihubungi Republika.co.id, Senin (29/8). Pelaku, kata Ridlwan, salah sasaran dengan menyerang sebuah misa di gereja. Menurut Ridlwan, pelaku sengaja menyerang saat misa itu bisa diartikan sebagai cara agar muncul konflik beragama. Jajaran pemerintah daerah (pemda) dan tokoh agama harus segera membuat pernyataan bersama agar tidak berkembang dan pelaku dihukum setimpal.
Source: Republika August 29, 2016 06:00 UTC