Wajar Jika NU dan Muhammadiyah Mundur dari POP Kemendikbud - News Summed Up

Wajar Jika NU dan Muhammadiyah Mundur dari POP Kemendikbud


POP bertujuan memberikan pelatihan dan pendampingan bagi para guru penggerak. REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat pendidikan Islam, Didin Hafidhuddin, menilai memang wajar jika ormas Islam seperti PP Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama mundur dari kepesertaan Program Organisasi Penggerak (POP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Faktanya, yayasan di bawah perusahaan besar yakni Sampoerna Foundation dan Tonoto Foundation masuk sebagai mitra Kemendikbud dalam POP tersebut. Program itu bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan bagi para guru penggerak untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan peserta didik. Untuk Gajah dialokasikan anggaran sebesar maksimal Rp 20 miliar/tahun, Macan Rp 5 miliar per tahun, dan Kijang Rp 1 miliar per tahun.


Source: Republika July 23, 2020 15:11 UTC



Loading...
Loading...
  

Loading...

                           
/* -------------------------- overlay advertisemnt -------------------------- */