LONDON, KOMPAS.com – Polisi Inggris, Kamis (30/6/2016), mengatakan, jumlah ujaran kebencian yang dilaporkan secara daring, termasuk penyerangan, meningkat lebih dari 500 persen. Perdana Menteri David Cameron, Rabu (29/6/2016), berjanji mengawasi ujaran kebencian setelah sejumlah legislator menujukkan kehawatirannya atas kejadian yang dilaporkan di kawasannya. Kasus itu terjadi seminggu setelah referendum Uni Eropa yang digelar di Inggris menunjukkan mayoritas atau 51,9 persen warga memilih “leave” atau keluar dari blok UE. Pemerintah menjanjikan dana lebih untuk mengatasi ujaran kebencian, meningkatkan laporan serangan, dan menempatkan petugas keamanan di tempat-tempat rawan. Seminggu sebelum referendum, anggota parlemen dari partai oposisi utama, Partai Buruh, yakni Jo Cox, yang merupakan pendukung Inggris tetap bergabung di UE ditembak dan ditusuk hingga tewas saat ia bertemu konstituennya di Inggris utara.
Source: Kompas July 01, 2016 15:36 UTC