REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- SNH Advocacy Center, sebuah lembaga kemanusiaan yang bergerak dalam bidang sosial, kemanusiaan, advokasi hukum dan hak asasi manusia meminta pertanggungjawaban atas tindakan represif aparat kepolisian di aksi Jumat 4 November lalu. Adu fisik antara massa dari sekelompok atau oknum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dengan aparat kepolisian tak terhindarkan. Walaupun pihak aparat telah mengamankan pelaku yang diduga sebagai provokator, namun SNH Advocacy Center juga meminta pertanggung jawaban kepada aparat. Sylvi mengatakan setelah bentrok fisik terjadi pihak kepolisian menembakan gas air mata ke arah para peserta aksi. Tampak di lokasi banyak korban yang terkena gas air mata, termasuk K.H.
Source: Republika November 06, 2016 08:26 UTC