REPUBLIKA.CO.ID, BANGKOK -- Mantan perdana menteri Thailand, Yingluck Shinawatra dilaporkan telah meninggalkan negaranya dan pergi ke Singapura, Jumat (25/8). Namun setelah surat penangkapan diterbitkan, beberapa sumber di partainya, yakni Partai Puea Thai Shinawatra mengungkapkan bahwa Yingluck tampaknya telah meningglkan Thailand dan pergi ke Singapura. Kendati figur Yingluck cukup populer di kalangan masyarakat pedesaan di Thailand, namun kalangan yang bertentangan dengannya menilai bahwa kebijakan skema beras Yingluck terlalu mahal. Dalam perkembangan lain pada Jumat (25/8), mantan menteri Thailand Boonsong Teriyapirom menghadapi kasus serupa dengan Yingluck. Ia divonsi penjara 42 tahun sehubungan dengan skema subsidi beras.
Source: Republika August 25, 2017 17:37 UTC