Rusli juga menilai stok Bulog hanya mampu mencukupi kebutuhan hingga November 2019, dalam mengatasi fenomena yang juga disebabkan oleh musim kemarau panjang ini. Oleh karena itu, ia mengharapkan adanya manajemen stok beras yang lebih memadai, agar kenaikan harga beras jelang akhir tahun tidak selalu menimbulkan keresahan bagi masyarakat. "Harus ada stok beras yang cukup untuk kebutuhan sampai masa panen tiba," katanya. "Penurunannya kira-kira setara dengan dua juta ton beras dibandingkan 2018, jadi harus diselamatkan sampai paling tidak Februari. Namun, ia menilai stok Bulog telah mencukupi untuk saat ini, meski penghitungan secara cermat penting dilakukan agar kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan pokok tetap terpenuhi.
Source: Republika October 04, 2019 14:48 UTC