Faktanya, banjir Kali Lamong masih terus terjadi. Daru Rini, peneliti dari Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton), mengungkapkan, pihaknya juga sudah berkali-kali ikut pertemuan soal Kali Lamong. Berdasar pengamatan yang dilakukan sejak 2014, di sempadan Kali Lamong berdiri bangunan. Bila terjadi banjir, lanjut Daru, sejauh ini para pemangku kepentingan terkesan hanya bisa saling lempar tanggung jawab dan kewenangan. ’’Kalau ditotal kerugian sejak banjir Kali Lamong yang bertahun-tahun terus terjadi, saya kira sudah triliunan,’’ pungkasnya.
Source: Jawa Pos January 08, 2020 10:18 UTC