REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak lebih dari 40 demonstran menjadi korban kericuhan setelah aksi damai 'Bela Islam Jilid II' usai pada Jumat (4/11). Mereka mendapatkan perawatan dari RS Budi Kemuliaan karena terluka akibat peluru karet. Koordinator Medis GNPF Majelis Ulama Indonesia (MUI) dr. Assegaf menyatakan, ada di antara korban peluru karet yang mendapatkan luka di bagian kepala. Namun, ia memastikan tidak ada lagi korban yang terluka berat. Hingga pukul 22.30 WIB terpantau masih banyak korban yang mendapatkan perawatan karena gas air mata.
Source: Republika November 04, 2016 15:58 UTC