Para putri dari keluarga Sheikh Khalifa bin Zayed al-Nahyan, yang berkuasa di Uni Emirat Arab itu, membawa rombongan lebih dari 20 pembantu yang mengaku diperlakukan seperti budak. Para putri dari Uni Emirat Arab tersebut menolak dakwaan yang diarahkan kepada mereka, dan BBC telah menghubungi pengacara mereka untuk meminta tanggapan. Mereka harus senantiasa siap melayani perintah selama 24 jam sehari, tidur di lantai di kamar-kamar para putri dan dipaksa mengonsumsi makanan sisa. Selain perlakuan tidak manusiawi, putri-putri Uni Emirat Arab itu juga dituduh tidak mencarikan visa dan izin kerja untuk pembantu-pembantu mereka. Para putri ini juga dituduh tidak membayar gaji para pembantu.
Source: Kompas May 13, 2017 03:22 UTC