JawaPos.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati (SMI) menegaskan APBN merupakan instrumen yang responsif dalam menghadapi Covid-19 dan memulihkan ekonomi melalui Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Sri Mulyani menyampaikan pelebaran defisit bergerak dinamis mengikuti situasi pandemi, pergerakan ekonomi, serta respons kebijakan. Begitu juga dengan defisit 2021 yang disepakati menjadi 5,7 persen dari yang awalnya pada Kebijakan Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) sebesar 3,21 hingga 4,7 persen. Berdasarkan hasil survei, pelaksanaan PEN mendapat respons positif dari masyarakat. “Hasil survei pelaksanaan PEN kluster dukungan UMKM, intervensi PEN membuat mayoritas penerima bertahan selama pandemi,” ujarnya.
Source: Jawa Pos July 07, 2021 07:07 UTC