REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Lembaga pemeringkat S&P Global Ratings mengingatkan tekanan fiskal Indonesia kian meningkat, terutama akibat beban bunga utang yang membengkak. Kondisi ini dinilai memperbesar risiko penurunan peringkat utang atau sovereign rating bila tidak segera diantisipasi. Awal Februari, Moody’s Ratings mengubah prospek peringkat Indonesia dari stabil menjadi negatif, dengan menyinggung risiko fiskal dan tata kelola pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Kenaikan beban bunga utang berarti ruang fiskal pemerintah makin sempit. S&P menilai perkembangan tersebut bergerak “lebih cepat” ke arah risiko penurunan dalam trajektori fiskal.
Source: Republika February 27, 2026 21:41 UTC