Pelapor PBB mengisyaratkan militer Myanmar berpotensi lakukan kejahatan kemanusiaan. REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Pemerintah Rusia mengkhawatirkan situasi di Myanmar. Hal itu sehubungan dengan terus meningkatkan korban sipil dalam gelombang demonstrasi menentang kudeta yang dilakukan militer. Pelapor khusus PBB untuk hak asasi manusia (HAM) di Myanmar Tom Andrews telah mengisyaratkan bahwa militer Myanmar berpotensi melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan. Hal itu mengingat korban sipil dalam demonstrasi menentang kudeta telah mencapai sedikitnya 70 orang.
Source: Republika March 12, 2021 12:00 UTC