Para pengunjuk rasa melempar bom bensin ke markas polisi regional New Territories South, Hong Kong, 2 Oktober 2019. [Dickson Lee/South China Morning Post]TEMPO.CO, Hong Kong – Polisi mengenakan tuduhan pelanggaran tindak kriminal kepada remaja Hong Kong, yang tertembak peluru tajam petugas saat unjuk rasa pada Selasa, 1 Oktober 2019. Media Hong Kong RTHK melansir Tsang tidak bisa menghadiri persidangan karena masih dirawat di rumah sakit. Polisi mendesak pemerintah Hong Kong menerapkan aturan jam malam untuk melarang warga berkeliaran dan berunjuk rasa hingga pagi hari. Polisi juga meminta pemerintah Hong Kong menerapkan UU Darurat sehingga mereka memiliki kewenangan lebih untuk menyensor media dan melakukan penangkapan.
Source: Koran Tempo October 04, 2019 01:52 UTC