REPUBLIKA.CO.ID, MANILA -- Sekitar lebih dari 250 polisi nakal, yang dialihtugaskan Presiden Filipina Rodrigo Duterte ke pulau sarang pegaris keras Abu Sayyaf, pulau Basilan, tidak muncul di markas hukuman mereka itu pada Selasa (21/2). Presiden mengatakan, polisi bermasalah itu dapat kembali ke ibukota, Manila, jika mampu bertahan hidup di Basilan. Perintah penempatan ke Basilan diberikan sepekan setelah satuan antinarkotika kepolisian membongkar kejahatan anggotanya terhadap seorang pengusaha asal Korea Selatan. Sebagian besar polisi, yang dikirim ke Basilan tengah menjalani penyelidikan internal karena diduga terlibat perampokan, penyiksaan, dan penculikan. Banyak warga meragukan keterangan polisi yang mengatakan, kematian korban disebabkan oleh perang antarmafia atau pembunuhan biasa atau tidak terkait dengan narkotika.
Source: Republika February 21, 2017 19:41 UTC