Banyak petani yang akhirnya memilih menggunakan benih non-subsidiREPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hasil penelitian yang dilakukan Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) di Indramayu, Kebumen dan Cilacap menunjukkan bantuan pemerintah yang menyasar petani tidak efektif. Karena itu, banyak petani yang pada akhirnya lebih memilih untuk menggunakan benih non-subsidi. Hizkia menyarankan agar pemerintah mengalokasikan ulang anggaran untuk program perlindungan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Sejahtra (KIS) dan kartu Indonesia Pintar (KIP). "Besar anggaran untuk benih, pupuk dan beras subsidi senilai Rp 52 triliun.Jumlah ini adalah dua kali lipat dari anggaran untuk ketiga program tadi, ujar Hizkia, lewat keterangan tertulis, Kamis (3/5). Hizkia menyebut, panjangnya rantai distribusi beras di Tanah Air menyebabkan harga beras tinggi dan merugikan masyarakat kecil seperti petani dan pedagang eceran.
Source: Republika May 03, 2018 18:56 UTC