REPUBLIKA.CO.ID, ZINTAN -- Saif al-Islam Qaddafi, putra mantan Presiden Libya, Muammar Qaddafi dilaporkan tewas terbunuh di kota Zintan. Dilaporkan Al Jazeera, sebelum revolusi pada 2011 terjadi di Libya, Saif al-Islam dikenal sebagai tokoh yang digadang-gadang akan menjadi penerus kepemimpinan Qaddafi. Pada Februari 2011, Saif masuk dalam daftar tokoh yang disanksi oleh PBB dan dicekal untuk bepergian keluar negeri. Pada Juni 2011, Saif al-Islam mengumumkan bahwa ayahnya berkenan menggelar pemilu dan lengser jika para pemilih tak lagi memilihnya. Pada Juli 2021, Saif al-Islam diwawancara oleh New York Times, di mana ia menuduh otoritas Libya "takut terhadap pemilu".
Source: Republika February 04, 2026 22:03 UTC