Selama kampanye Moon memang menyatakan bakal menghapuskan buku sejarah yang dikeluarkan pada masa kepemimpinan Park Geun-hye itu. Dengan keputusannya tersebut, kini sekolah-sekolah bisa memakai buku sejarah yang terbit sebelum 2015. Buku sejarah yang digunakan sekolah dianggap terlalu pro Korut. Penduduk menganggap buku sejarah yang dikeluarkan rezim Park tersebut hanyalah sebuah usaha untuk memuja era kediktatoran ayahnya, yaitu mantan Presiden Park Chung-hee. Karena banyaknya aksi protes, pada akhir 2016, akhirnya diputuskan bahwa sekolah bisa memilih menggunakan buku sejarah yang digagas presiden perempuan pertama Korsel itu atau buku terbitan sebelumnya.
Source: Jawa Pos May 13, 2017 10:07 UTC