TEMPO/Charisma AdristyTEMPO.CO, Jakarta - Adanya pembedaan antara kelompok penganut Islam moderat, radikal dan liberal makin menyulitkan terbentuknya populisme Islam di Indonesia. Populisme Islam adalah sebuah upaya untuk membentuk artikulasi buat mentransformasi pelbagai identitas sosial politik Islam ke dalam satu identitas semi universal, yakni umat. Di dalam identitas umat, pelbagai variasi dalam kelas, ras, etnis dileburkan. Vedi menjelaskan penyebab lain dari kegagalan terbentuknya populisme Islam di Indonesia adalah tidak adanya kelas borjuasi Islam yang besar. Sementara di Indonesia belum ada, karena di level bawah sejumlah organisasi kemasyarakat Islam saling berebut pengaruh atau konflik.
Source: Koran Tempo January 23, 2017 09:52 UTC