Pemusnahan tersebut merupakan kesepakatan antara santri dan orang tua dengan pihak Ponpes semenjak 2011," kata Pimpinan Ponpes Nurul Yaqin Ringan-ringan Muhammad Rais Tuanku Labai Nan Sati di Enam Lingkung, Kamis (24/1). Lebih parahnya lagi ditemukan video atau foto yang tidak senonoh di beberapa gawai santri. Oleh karena itu pihaknya menerapkan peraturan melarang santri menggunakan gawai dan membatasi penggunaan telepon genggam biasa di lingkungan sekolah. Akibatnya pada Senin kemarin pihak Ponpes yang disaksikan oleh santri dan keluarga memusnahkan puluhan gawai santri dengan cara dipukul dengan batu. "Pemusnahan itu disaksikan oleh orang tua santri dan malah ada juga orang tuanya ikut memusnahkan gawai anaknya," ujar dia.
Source: Republika January 24, 2019 15:00 UTC