Namun, di saat yang sama, indeks harga saham gabungan (IHSG) justru terus menanjak, mencapai 9.000-an, angka tertinggi juga sepanjang sejarah. Ada lima hal yang bisa dijadikan pisau analisis demi membedah dan menjawab mengapa terjadi diskoneksi antara rupiah dan IHSG. Porsi investor domestik, terutama ritel dan institusi lokal, kian dominan. Ketika pasar melihat narasi yang terfragmentasi, misalnya satu bicara IHSG, satu bicara inflasi, satu lagi bicara nilai tukar, yang muncul ialah ketidakpastian.Rupiah hari ini sedang memberikan sinyal. IHSG yang naik memang kabar baik, tetapi ia tidak bisa dijadikan satu-satunya pembela rupiah.Jika kita terus bersandar pada logika lama bahwa IHSG naik berarti rupiah aman, kita sedang menutup mata terhadap perubahan besar di pasar global.
Source: Media Indonesia January 23, 2026 00:00 UTC