REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Haji dan Umrah menyampaikan bahwa petugas haji yang teridentifikasi sudah pernah menunaikan ibadah haji sebelumnya, pada tahun ini tidak akan diarahkan ke Arafah terlebih dahulu, melainkan langsung diterjunkan ke Mina. Menurut Laksma TNI Harun Arrasyid, rencana tersebut untuk memaksimalkan pelayanan ibadah haji, khususnya pada fase puncak di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Tujuannya adalah untuk mengefektifkan penyambutan dan pemantauan pergerakan jamaah haji yang bergerak dari Muzdalifah menuju Mina. "Strategi tersebut dinilai krusial karena Mina merupakan titik paling melelahkan dalam rangkaian ibadah haji. Harun menekankan bahwa pergerakan petugas haji akan dilakukan berbarengan dengan pergerakan jamaah ke Arafah.
Source: Republika January 22, 2026 11:00 UTC