Demonstrasi besar yang mengguncang berbagai kota berubah menjadi krisis nasional ketika pemerintah memutus akses internet secara hampir total. Warga Iran telah berjuang selama hampir dua pekan menghadapi pemadaman internet nasional yang membatasi akses informasi, komunikasi global, dan aktivitas ekonomi berbasis daring. Protes bermula pada 28 Desember setelah nilai tukar rial Iran anjlok hingga melewati 1,4 juta rial per dolar AS. Menurut kantor berita negara IRNA, Wakil Menteri Komunikasi Ehsan Chitsaz menyebut pemadaman internet merugikan Iran antara 2,8 hingga 4,3 juta dolar AS per hari. Rezim di Bawah TekananAkademisi Universitas Melbourne, Dara Conduit, menilai pemadaman internet memiliki konsekuensi ekonomi dan politik yang luas.
Source: Republika January 22, 2026 10:23 UTC