Sebab, pernikahan anak itu berdampak pada kematian. Wakil Ketua Yayasan Kesehatan Perempuan, Zumrotin K. Susilo mengatakan, dengan pernikahan tersebut, si anak berpotensi terkena kanker rahim lantaran bibir kemaluan mereka masih rawan. Nah, jikalau si anak menikah dan mengandung, tentu akan berpengaruh pada kesehatan si ibu maupun bayinya. Tak hanya faktor kesehatan fisik, pernikahan anak juga perlu memerhatikan kesehatan psikis. Karena itu, perlu ada perubahan batas usia minimal pernikahan mengingat Indonesia pun memiliki bonus demografi dengan jumlah penduduk yang banyak.
Source: Jawa Pos July 23, 2017 09:56 UTC