REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Pemerintahan Presiden AS Donald Trump 'mempersenjatai' Kekristenan untuk membenarkan tindakannya di Timur Tengah. Sementara Israel terus bertindak tanpa hukuman karena sebagian besar negara Barat menutup mata. Sungguh vulgar gagasan bahwa Yesus adalah semacam agen perang bagi orang-orang ini, dan tidak ada yang Kristen dalam nilai-nilai atau perilaku mereka," kata Hickey. Dia menggambarkan Israel yang bertindak dengan impunitas total di Gaza serta tempat lain, dan berupaya lolos dari hukuman sebanyak mungkin selama Trump berada di Gedung Putih. Israel berkeyakinan bahwa mereka tidak akan menghadapi perlawanan dari Washington atau negara-negara Barat secara luas.
Source: Republika April 09, 2026 14:56 UTC