Peretasan Massal di 99 Negara, Kominfo: Ini Teroris SiberSabtu, 13 Mei 2017 | 19:41 WIBIlustrasi hacker. Hal itu sehubungan dengan serangan hacker masif di 99 negara yang terjadi menjelang akhir pekan ini dan disebut menggunakan program yang dikembangkan National Security Agency (NSA). "Serangan siber ini bersifat tersebar dan masif serta menyerang critical resource (sumber daya sangat penting), maka serangan ini bisa dikategorikan teroris siber," ujar Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Sammy Pangarepan, saat dihubungi Tempo, Sabtu, 13 Mei 2017. Ransomware baru itu disebut Wannacry yang mengincar PC berbasis windows yang memiliki kelemahan terkait fungsi SMB yang dijalankan di komputer tersebut. Perusahaan keamaan siber, Avast, mencatat ada 75 ribu kasus ini di seluruh dunia, terutama komputer berbasis sistem operasi Windows.
Source: Koran Tempo May 13, 2017 12:45 UTC