REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan mendorong pasar modal Indonesia untuk berfokus pada peningkatan integritas pasar, pendalaman likuiditas, penguatan basis investor institusi, serta percepatan pembangunan ekosistem Bursa Karbon yang kredibel dan berstandar internasional pada 2026. Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar memastikan komitmennya untuk terus menjaga sinergi dan kolaborasi di antara seluruh pemangku kepentingan di pasar modal Indonesia. Ia melanjutkan, OJK akan mendorong peningkatan perlindungan investor minoritas dan ritel melalui penegakan aspek perilaku atau market conduct, termasuk penguatan pengawasan perilaku financial influencer (finfluencer). “Indeks LQ45 yang berisi saham-saham perusahaan besar dan menjadi rujukan investasi fund manager global maupun domestik hanya tumbuh 2,41 persen, jauh di bawah kenaikan IHSG,” ujar Mahendra. Dari sisi penghimpunan dana, hingga 31 Desember 2025, tercatat sebanyak 215 penawaran umum dengan total nilai Rp 275 triliun, termasuk 18 emiten baru dengan nilai initial public offering (IPO) sebesar Rp 14,41 triliun.
Source: Republika January 02, 2026 13:47 UTC