REPUBLIKA.CO.ID, ADDIS ABABA -- Ethiopia mengumumkan keadaan darurat pada Jumat (16/2) atau sehari setelah pengunduran diri Perdana Menteri Hailemariam Desalegn. Pengumuman keadaan darurat terbaru ini mengindikasikan pengunduran diri Perdana Menteri Desalegn adalah akibat ketegangan di antara keempat partai dalam koalisi yang berkuasa. Tapi ketegangan telah muncul sejak pecahnya kerusuhan, dengan beberapa pejabat senior mengundurkan diri dan yang lainnya dikesampingkan. Wakil Sekretaris Kongres Federal Oromo yang oposisi, Mulatu Gemechu mengatakan Ethiopia membutuhkan sistem politik yang baru. Ia mengatakan warga Oromo selalu dianiaya, pengunduran diri perdana menteri tidak akan berarti apa-apa kecuali hak warga dihormati.
Source: Republika February 17, 2018 06:45 UTC