REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada bulan Ramadhan 2026 memicu eskalasi ketegangan baru di Timur Tengah. Serangan tersebut dinilai bukan sekadar operasi militer terbatas, melainkan bagian dari pertaruhan besar atas stabilitas kawasan dan kredibilitas narasi perdamaian global yang selama ini dikampanyekan Washington. “Serangan Israel dan AS terhadap Iran di bulan Ramadhan ini membuka ruang pertanyaan fundamental terhadap komitmen Washington untuk menghadirkan perdamaian global,” kata Umam dalam pernyataan tertulis yang diterima Republika, Sabtu (1/3/2026). Kronologi EskalasiEskalasi dimulai ketika Israel melancarkan serangan udara yang diklaim menyasar fasilitas militer dan infrastruktur strategis Iran, dengan dalih pencegahan penguatan kapasitas militer Teheran. Ia menilai serangan terhadap Iran mempertajam kontradiksi antara retorika stabilitas dan praktik militer di lapangan, sekaligus menguji kredibilitas narasi perdamaian global yang selama ini dibangun melalui berbagai forum internasional.
Source: Republika March 01, 2026 13:11 UTC