Di penghujung sesi darurat mengenai eskalasi militer di Timur Tengah, sebuah insiden "perang kata-kata" terjadi antara perwakilan Iran dan Amerika Serikat, mencerminkan dalamnya jurang permusuhan antara kedua negara. Suasana mulai memanas ketika perwakilan Amerika Serikat, dalam hak jawabnya, melontarkan serangkaian tuduhan tajam terhadap rezim Teheran. Utusan Washington tersebut menyebut Iran sebagai "mesin radikalisme" dan mengklaim bahwa rakyat Iran sebenarnya tengah merayakan serangan AS-Israel di jalanan karena berharap akan kebebasan dari tirani. Secara terang-terangan, ia menyebut kehadiran delegasi Iran di kursi Dewan Keamanan PBB sebagai sebuah anomali yang memalukan bagi institusi internasional tersebut. Mendengar pernyataan yang dianggap merendahkan kedaulatan negaranya, Wakil Tetap Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, tidak tinggal diam.
Source: Republika March 01, 2026 13:08 UTC