REPUBLIKA.CO.ID, QUEBEC -- Kepolisian Kanada pada Senin (21/2) mengatakan terdapat peningkatan keberadaan di perbatasan Quebec. Lembaga Dinas Perbatasan Kanada (CBSA) mengatakan dalam jumpa pers mereka mengubah ruang bawah tanah tak terpakai menjadi tempat pemrosesan pengungsi. CBSA mengatakan jumlah pengaku pengungsi di perbatasan Quebec-AS dua kali lipat dari jumlah pada 2015 hingga 2016. "Tolong jelaskan kepadanya dia berada di Kanada," kata petugas Kanada kepada petugas lain. Polisi memeriksa orang yang melewati perbatasan di kantor dinas perbatasan di Lacolle, Quebec yang merupakan lokasi perbatasan terbesar dan paling sibuk di provinsi itu.
Source: Republika February 21, 2017 11:03 UTC