REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong kemandirian alat utama sistem persenjataan (alutsista) dinilai mulai menunjukkan arah yang lebih terstruktur. Upaya tersebut tidak hanya dilakukan pada pengurangan impor, tetapi juga pada penguatan industri pertahanan nasional dan penguasaan rantai pasok strategis secara bertahap. Direktur The Indonesia Intelligence Institute, Ridlwan Habib, menilai capaian menuju kemandirian penuh produksi alutsista memang masih menghadapi tantangan struktural. Menurut Ridlwan, sektor senjata ringan menjadi fondasi awal kemandirian industri pertahanan. Sejumlah perusahaan swasta mulai berperan sebagai pemasok komponen presisi dan bagian dari rantai produksi alutsista.
Source: Republika January 25, 2026 14:20 UTC