Yang langsung menarik perhatian bukan hanya kerapian meja dan kursi, bukan pula ketenangan suasana belajar, melainkan satu hal yang "tidak ada": kotak sampah. Kelas itu bersih tanpa jejak sampah, seolah-olah sampah memang tidak pernah "dilahirkan" di sana. Dari pengalaman itulah muncul sebuah pertanyaan reflektif: bisakah sekolah mengelola sampah tanpa kotak sampah? Namun, persoalan sesungguhnya bukan terletak pada "di mana sampah dibuang", melainkan pada "mengapa sampah itu ada". Dari Infrastruktur ke MindsetSelama bertahun-tahun, kebijakan kebersihan di sekolah bertumpu pada pendekatan infrastruktur: kotak sampah organik--anorganik, jadwal piket, petugas kebersihan, dan sanksi bagi yang melanggar.
Source: Jawa Pos January 25, 2026 14:14 UTC