(AP/Kerstin Joensson)TEMPO.CO, Jakarta - Para peneliti mendapati kemampuan binatang mendeteksi arah angin sebagian terletak pada janggut mereka. Tapi tak seorang pun pernah memperhatikan apakah hewan darat juga dapat menggunakan jenggot mereka untuk merasakan arus udara," katanya. Setelah semua tikus melaksanakan tugas pada satu tingkat sekitar 60 persen benar atau lebih tinggi selama 10 hari berturut-turut, para peneliti memotong janggut mereka dan meneliti perubahan prilaku. Dalam percobaan terdahulu yang disiarkan di Journal of Experimental Biology, kelompok peneliti yang sama mendapati jenggot condong ke arah angin dan makin keras angin berhembus, makin banyak janggut yang condong atau bergetar. "Penelitian perilaku kita sekarang menunjukkan informasi mekanis ini benar-benar digunakan oleh tikus untuk menemukan sumber aliran udara."
Source: Koran Tempo August 29, 2016 05:15 UTC