Para peneliti di Singapura telah mengembangkan simulasi yang lebih akurat memodelkan penyebaran tetesan ketika seseorang dengan Covid-19 batuk di lingkungan tropis seperti Singapura. Direktur eksekutif institut bernama Lim Keng Hui mengatakan kepada The Straits Times bahwa penyebaran tetesan batuk, juga dikaitkan dengan iklim. Sebaran tetesan di iklim tropis akan sangat berbeda dari iklim sedang, yang akan lebih kering,” katanya seperti dilansir dari AsiaOne. Penyebaran tetesan batuk antara dua orang yang berdiri terpisah 1 meter, menurut simulasi oleh para ilmuwan dari Agency of Science, Technology and Research. Para peneliti menambahkan bahwa dalam simulasi mereka saat ini, langkah-langkah menjaga jarak di Singapura efektif dalam mengurangi risiko penyebaran Covid-19.
Source: Jawa Pos November 09, 2020 23:06 UTC