REPUBLIKA.CO.ID,YANGON -- Pemerintah Myanmar mengatakan, pihaknya telah mengevakuasi 4.000 penduduk desa non-Muslim di tengah bentrokan yang sedang berlangsung di negara bagian Rakhine di barat laut. Ini mendorong Pemerintah Myanmar untuk mengevakuasi staf dan ribuan penduduk desa non-Muslim dari daerah tersebut. Menteri Kesejahteraan Sosial, Bantuan dan Pemukiman Myanmar Win Myat Aye mengatakan, sebanyak 4.000 penduduk desa yang telah meninggalkan desa mereka telah dievakuasi. Kementerian tersebut mengatur fasilitas untuk non-Muslim di tempat-tempat seperti vihara-vihara, kantor pemerintah dan kantor polisi setempat di kota-kota besar. "Kami menyediakan makanan untuk orang-orang yang bekerja sama dengan pemerintah negara bagian dan pemerintah daerah," kata Win Myat Aye, Sabtu, (26/8).
Source: Republika August 27, 2017 09:56 UTC