Ini merupakan rel layang terpanjang di Indonesia, yang diharapkan dapat mengatasi kemacetan di perlintasan sebidang Simpang Joglo, Solo.Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan jalur kereta di Simpang Joglo ini memiliki frekuensi pergerakan kereta api yang cukup padat, karena dilintasi oleh tiga jenis kereta yakni Kereta Jarak Jauh (penumpang dan barang), Kereta Bandara Adi Sumarmo (BIAS), dan Kereta Komuter Solo-Jogja.Adanya Simpang Joglo akan membuat headway (waktu kedatangan) kereta api menjadi lebih dari 30 menit. Dengan dibangunannya rel layang, headway kereta api turun signifikan menjadi kurang dari 15 menit. "Lalu lintas di Simpang Joglo ini sangat padat dan menjadi titik kemacetan. Penataan Simpang Joglo ini akan menjadi Ikon baru di kota Solo," Gibran.Adapun pembangunan rel ganda kereta api elevated (layang) sepanjang 1,8 Km'sp ini dikerjakan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub. Desain konstruksi jembatan rel layang mengadopsi kearifan lokal yang ada kota Solo yaitu Batik Sidomukti, Pasar Klewer dan Keraton.Proyek rel ganda KA Solo Balapa-Kalioso sepanjang 10 Km'sp, dibangun dengan biaya sekitar Rp920 miliar yang berasal dari rupiah murni dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).
Source: Media Indonesia January 09, 2022 03:17 UTC