batampos – Perdagangan nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih tetap mengalami pelemahan hingga Rabu (19/1) kemarin. Analis keuangan Ariston Tjendra mengatakan, tekanan berlanjut terhadap rupiah seiring dengan semakin tingginya yield obligasi pemerintah AS. Sementara itu, di tempat terpisah, Menteri Koordinasi bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebutkan, kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) terhadap kurs rupiah tidak terlalu berpengaruh secara signifikan. BACA JUGA: Nilai Tukar Rupiah Mungkin Masih Bisa Menguat”Kita termasuk ekonomi yang paling baik di dalam mengendalikan keseimbangan dengan Covid-19 ini,” tuturnya. Berdasarkan capaian ekspor dan impor tersebut, Luhut optimis moneter AS tidak terlalu berdampak pada ketahanan nilai tukar rupiah.
Source: Jawa Pos January 20, 2022 15:18 UTC