REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) memaparkan nilai perdagangan Indonesia dengan sejumlah negara yang berada di jalur pelayaran Selat Hormuz di tengah dinamika konflik Timur Tengah yang berpotensi berdampak pada arus perdagangan global. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan untuk mengetahui secara pasti besaran dampak terhadap perdagangan Indonesia masih diperlukan kajian lebih lanjut. “Untuk melihat potensi dampak jika konflik meningkat, tentunya diperlukan kajian yang lebih lanjut. Kami hanya bisa memaparkan beberapa komoditas,” ujar Ateng di Jakarta, Senin (2/3/2026). BPS mencatat nilai perdagangan Indonesia dengan Iran, Oman, dan Uni Emirat Arab (UEA) sepanjang 2025 sebagai gambaran awal eksposur perdagangan di jalur tersebut.
Source: Republika March 03, 2026 01:53 UTC