REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM— Konfrontasi antara Israel dan Iran tidak lagi terbatas pada arena politik dan keamanan tradisional, tetapi telah berpindah dengan kuat ke ruang siber, di mana perang tersembunyi yang semakin memanas berlangsung secara diam-diam. Nama kelompok peretas Iran "Hanzala" muncul, yang dalam waktu singkat berubah dari pelaku digital dengan pengaruh terbatas menjadi pemain utama dalam pertempuran peretasan dan kebocoran yang melibatkan tokoh-tokoh Israel tingkat tinggi. Pada awalnya, "Hanzala" diklasifikasikan sebagai kelompok peretas baru yang berfokus pada peretasan simbolis dan kampanye propaganda terbatas, tanpa menimbulkan kerusakan strategis yang nyata. Sukses besarNamun, deskripsi ini berubah drastis setelah mereka berhasil meretas ponsel dan data pribadi para politisi Israel senior, terutama mantan Perdana Menteri Naftali Bennett, dan Tzachi Braverman, Kepala Staf Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. “Hanzala” mengungkap komunikasi dan korespondensi yang memalukan, serta meretas ponsel tokoh-tokoh lain di lingkaran pengambil keputusan.
Source: Republika January 09, 2026 04:08 UTC