Serangan roket tersebut terjadi beberapa jam setelah serangan intensif Israel yang menargetkan sebagian besar desa di selatan Lebanon, serta serangan yang menargetkan wilayah luas di pinggiran selatan Beirut. Ini di tengah peringatan Israel untuk mengungsi dalam jarak 19 kilometer persegi dari total luas 22 kilometer persegi pinggiran kota tersebut. Pakar militer Brigadir Jenderal Elias Hanna, dilansir Aljazeeera, Kamis (12/3/2026), berpendapat bahwa peluncuran lebih dari 100 rudal dalam satu hari memiliki implikasi militer yang penting. Hal ini karena menunjukkan bahwa Hizbullah masih memiliki infrastruktur logistik dan persediaan rudal yang memungkinkannya untuk melanjutkan operasi meskipun perang terus berlanjut. Selain itu, Hizbullah juga memiliki rudal lain yang mampu mencapai wilayah dalam Israel, seperti rudal "Imad 1, 2, dan 3, yang terlihat dalam serangan terakhir.
Source: Republika March 12, 2026 03:59 UTC