Gagasan itu menjadi penting karena tantangan zaman sekarang yang semakin kompleks, antara lain derasnya arus globalisasi yang menggerus nilai-nilai luhur dalam Pancasila, seperti toleransi, gotong-royong, dan musyawarah, yang sepertinya mulai ditinggalkan dalam kehidupan sehari-hari. Acara tersebut digelar atas kerja sama MPR dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan LPPM Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. “Melihat begitu pentingnya peran Pancasila dalam kehidupan bangsa, MPR melakukan kajian akademik dengan berbagai perguruan tinggi seperti Universitas Jenderal Soedirman. Dalam kesempatan yang sama, Ketua Tim Peneliti Universitas Jenderal Soedirman M. Fauzan mengungkapkan kerja sama penelitian MPR dan Universitas Jenderal Soedirman tentang Penguatan Sistem Demokrasi Pancasila berlangsung dari Agustus hingga November 2017. Sedangkan hasil penelitian seperti dipaparkan tim peneliti, dibagi dalam tiga topik, yakni internalisasi Pancasila dalam konsep haluan negara, aktualisasi Pancasila dalam perumusan peraturan perundang-undangan, dan aktualisasi Pancasila dalam perumusan kebijakan ekonomi.
Source: Koran Tempo November 07, 2017 05:36 UTC