Arif berpendapat, selama ini, GNPF-MUI berkutat dengan model pengerahan massa yang bukan hanya tidak efektif, melainkan pula cenderung memperkuat polarisasi sosial di antara kelompok berlainan dalam masyarakat. Maka dari itu, pertemuan antara Presiden dengan GNPF MUI diharapkan mampu mengubah pola pengerahan massa tersebut. "Setelah massa terus diombang-ambingkan dalam tegangan politik, penurunan tegangan itu harus diikuti oleh kerja keras elite politik untuk mengupayakan perbaikan kehidupan masyarakat," ucap Arif. Pertemuan itu digelar secara tertutup. Selain presiden, pertemuan tersebut juga dihadiri Menteri Agama Lukman Hakim dan Menkopolhukam Wiranto.
Source: Republika June 28, 2017 01:30 UTC