"Observatorium Nasional (Obnas) di Timau ini dibangun karena observatorium di Boscha, Lembang sudah kurang layak untuk penelitian astronomi karena di sana sudah banyak polusi cahaya," kata Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional Thomas Djamaluddin di kantor Lapan Jakarta, Rabu (8/11). Salah satu alasan pembangunan observatori di Gunung Timau karena di wilayah NTT musim keringnya panjang sehingga ideal untuk pengamatan astronomi, kemudian tempat tersebut masih jauh dari perkotaan sehingga polusi cahanya masih minim. Observatorium di Timau ini akan dibangun di area seluas 30,25 hekatre. Selain membangun observatorium, Lapan juga akan membangun pusat sains di Kabupaten Kupang. Observatorium ini akan menjadi observatorium terbesar di Asia Tenggara, dengan menggunakan lensa 3,8 meter.
Source: Republika November 08, 2017 09:33 UTC