REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH -- Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mendesak negara-negara Muslim memastikan strategi kontraterorisme sesuai hak asasi manusia internasional. Sekjen OKI, Yousef Al Othaimeen, membuat seruan itu saat meresmikan demat tematik sidang ke-11 Komisi Tetap Permanen Hak Asasi Manusia OKI di Jeddah. profil rasial dan etnis serta permukiman ilegal menimbulkan tantangan serius terhadap HAM dan peraturan hukum," kata Al Othaimeen. "Untuk mengalahkan teroris, sangat penting untuk pertama kali memenangkan pertarungan untuk hari dan pikiran," ujar Al Othaimeen. Menurut Al Othaimeen, ini dengan tegas menolak identifikasi terorisme dengan kewarganegaraan atau agama manapun, dan menyoroti perlunya mempromosikan hak asasi manusia.
Source: Republika May 12, 2017 00:11 UTC