Mal pelayanan publik di gedung Siola memasang pembatas tembus pandang yang memisahkan pemohon dan petugas. Di dalam kantor pelayanan, harus jaga jarak sesama pengurus pelayanan perizinan dengan petugas. ’’Di ruang loket, ada juga jarak antara pemohon dan petugas pelayanan. Loket pelayanan juga diberi kaca akrilik pembatas,’’ jelas mantan asisten bidang perekonomian tersebut. Loket pelayanan izin dibatasi dengan akrilik tembus pandang.
Source: Jawa Pos June 14, 2020 01:07 UTC